Menemukan Apartemen Impian #Jendela360

"Ada yang lantainya lebih rendah?" tanya Mama saya saat saya tunjukkan unit kamar di lantai 21 sebuah apartemen di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Mungkin ada, Mah. Tapi harus nyari dan nanya-nanya lagi," jawab saya.

Kami sedang berdiskusi tentang unit apartemen yang akan kami sewa untuk sekeluarga saat liburan nanti.

Berfoto di depan gedung apartemen @kuala lumpur



Pilihan kami jatuh pada apartemen di Jl. Sultan Ismail. Saya lihat ada yang model 2 bed room dengan 2 kamar mandi dan ruang tengah yang cukup luas. Rencananya satu unit apartemen akan ditempati oleh kami sekeluarga: saya, suami saya, papa dan mama saya, adik saya bersama suami dan 2 anaknya, serta adik bungsu saya dan istrinya. Total 8 dewasa dan 2 anak.

Cukup kah? Yup. Cukup kok. Gak ada yang tidur di lantai yaa. Kami semua tidur di kasur. Ada bed besar di dalam masing-masing kamar dan satu buah sofa bed yang disiapkan di depan TV plus 2 bed kecil.

Masalahnya adalah: saya dan mama saya agak takut ketinggian.

Terakhir menginap di lantai 18 sebuah hotel di Jakarta, mama saya gak bisa tidur. Beliau merasa seolah lantainya bergetar terus 😅

Ya saya jadinya rada gak enak ketika harus 'mengajukan' gedung apartemen berlantai 51 ini ke beliau. Tapi mau gimana lagi. Kolam renang infinity di rooftop nya sangat menggoda. Hanya penghuni apartemen yang bisa naik ke rooftop. Ada akses khusus. Dan ipar saya merengek terus agar kami bisa menginap disitu.

Tombol dalam lift

Tap kunci kamar untuk bisa masuk area rooftop

Jika ipar saya tergoda akan view dari rooftop, saya lebih concern ke masalah biaya yang bisa dihemat. Di satu sisi, biaya untuk menginap di apartemen ini memang cukup mahal. Setara dengan harga 4 kamar hotel bintang 3. Namun, dari rooftop di lantai 51, kami akan mendapatkan pemandangan kota Kuala Lumpur secara gratis. Senilai Rp 280.000/ orang jika kami ingin menikmati hal yang sama dari Twin Tower. Atau Rp 160.000/orang jika ingin masuk observation deck di lantai atas Menara Kuala Lumpur.

Menara Kuala Lumpur

Hebatnya lagi, kami bisa naik ke rooftop pada jam berapapun. Tidak terpancang jam buka-tutup seperti halnya di Twin Tower ataupun di Menara Kuala Lumpur

Memang sulit mencari apartemen yang tepat. Terkadang sudah cocok dengan lokasi dan unitnya, tapi harganya gak cocok. Atau seperti kami nih, sudah cocok dengan lokasi, kondisi unit, dan harga, tapi gak cocok dengan lantai unit.

Kabar baiknya, buat yang mau cari apartemen di Jabodetabek, ada situs Jendela 360.

"Eh. Jendela 360. Ini apanya kamera 360?"

Hahaha... Gak ada hubungan dengan aplikasi beauty camera yaa. Jendela 360 adalah agen/situs penyewaan apartemen.



Berbeda dengan agen yang saya pakai untuk sewa apartemen di Malaysia, semua data di situs Jendela 360 terpampang jelas dan detil. Baik lokasi gedung apartemen, fasilitas unit, fasilitas apartemen, biaya-biaya, dan posisi unit ada di lantai berapa. Komplit deh.

Contoh data di situs Jendela 360. Lengkap banget ya?


Mencari apartemen idaman gak perlu telepon atau survey kesana-kemari. Tinggal search di situs Jendela 360. Voila. Keluar deh beragam jenis apartemen.

Mau sewa apartemen di Jakarta Selatan? Atau sewa apartemen Menteng Square? Mau bulanan atau tahunan? Mau model studio, 1 bed room, 2 bed room, atau 3 bed room? Tinggal pilih.
Bahkan Jendela 360 juga menyertakan tips-tips agar tepat dalam memilih apartemen impian.

Contoh pilihan apartemen



"Kenapa namanya jendela 360?"

Karena di situs tersebut ada fasilitas foto 360, dimana kita bisa melihat secara tiga dimensi seperti apa ruangan-ruangan dalam unit apartemen. Jadi kita seolah-olah tengah berada di unit apartemen tersebut. Keren ya.

Coba klik disini untuk mencoba fasilitas 360

Meski spesialisasinya di Jakarta, tapi kita juga bisa mencari unit apartemen di daerah Bandung maupun Surabaya. Semoga ke depan merambah sampai Semarang, lalu merambah seluruh Indonesia juga. Pasti banyak calon penyewa yang terbantu

Apartemen adalah pilihan tepat untuk orang yang suka dengan kepraktisan.
• Buat pekerja: lokasi apartemen biasanya lebih dekat dengan kantor. Ini akan menghemat waktu.
• Buat mahasiswa: lebih nyaman karena di kamar ada dapurnya. Beda dengan rumah kos yang dapurnya dapur bersama.
• Buat wanita: keamanan apartemen lebih terjamin. Ada akses khusus untuk naik ke kamar hunian.
• Buat ibu rumah tangga: ada dua benefit. Selain gak ada arisan (eh, ini benefit ya? 😁), kalau ada yang perlu diperbaiki tinggal kontak pengelola apartemen.

Kelemahan apartemen ada 3:
1. Gak ada tempat jemur. Kalaupun ada sempit banget.
2. Lahan parkir terbatas.
3. Penghuninya cenderung individualis.
Well, setiap hal pasti ada plus minusnya kan.

Keuntungan dan kerugian tinggal di apartemen juga betul-betul saya pertimbangkan saat saya harus memutuskan dimana penginapan yang tepat untuk kami ber-sepuluh di Kuala Lumpur nanti.

Saya gak mau ada anggota keluarga yang mengeluh: "Ah. Tau gitu tidur di hotel aja" atau "Kalau begini mending sewa rumah aja."
Oleh karena itu saya harus memastikan fasilitas apartemen yang akan kami sewa ini sesuai dengan harapan.

Saya teliti lagi data yang terpampang di situs agen apartemen Kuala Lumpur. Tidak sekomplit data di situs Jendela 360 sih, tapi dari foto-foto dan reviewnya semua tampak oke. Tinggal masalah lantai aja nih.

Saya pun kembali bertanya ke agen di Kuala Lumpur via email: adakah unit yang lantainya lebih rendah? Siapa tau ada unit di lantai 5 atau 10, gitu. Biar Mama dan saya lebih yakin untuk menginap disitu. Tak lupa saya sampaikan saran agar mereka langsung mencantumkan soal posisi unit dalam deskripsinya sehingga saya tidak perlu bolak-balik tanya.

30 menit kemudian datanglah email balasan. Ya, mereka memiliki unit di lantai yang lebih rendah. Yaitu lantai 19.

Alamak. Cuma turun 2 lantai. Ini sih masih terlalu tinggi buat Mama. Tapi melihat anak-anaknya kepingin banget menginap disitu, Mama pun mengalah.

"Ya, sudah. Gak apa-apa. Yang penting kita kumpul," kata Mama.

Alhamdulillah. Jadi juga kami menginap di apartemen kece ini. Seumur-umur baru ini bobok di apartemen. Lantai 19 pula!

Tidak seperti bayangan sebelumnya, ternyata Mama cukup nyaman berada di lantai 19. Pertama, karena kumpul dengan anak cucu. Yang kedua, karena di kanan kiri banyak apartemen serupa (maksudnya apartemen yang tinggi-tinggi), maka unit ini tidak berasa menjulang banget. Biasa aja.

Pemandangan dari kamar

Dan saya sangat bahagia karena anggota keluarga nampak puas saat memasuki unit apartemen pilihan saya. Kamarnya luas, modern, dan sangat bersih. Ada free wifi pula. Perfect!

Kamar mandi nya mewah

2 bed besar di salah satu kamar

Ruang tamu yang luas

Saat yang dinanti-nanti datang juga: menginjakkan kaki di rooftop. Lantai 51.

Liftnya sangat cepat. Dari lantai 19 ke lantai 51 hanya sekian detik saja. Saya yang biasanya deg-deg an naik lift, kali ini tidak sempat deg-deg an karena tau-tau sudah sampai 😅

Saya tertegun saat memasuki area infinity pool. Luar biasa! Tampak kolam jernih dengan latar belakang Menara Kuala Lumpur dan Twin Tower, ikonnya kota Kuala Lumpur. Tak salah jika ipar saya langsung nyemplung dan mencari sudut yang bagus untuk foto-foto.

Lorong menuju swimming pool

Amazing kan?

Berlatar Twin Tower

Dari sisi ini tampak Menara Kuala Lumpur

Di sisi sebelah kanan ada taman kecil dengan deretan kursi malas. Duduk-duduk disini menikmati udara segar di segitiga emas-nya Kuala Lumpur, rasanya keren banget. Sungguh sepadan dengan segala effort yang dikeluarkan untuk bisa sampai disini.


Mama saya benar. Saking banyaknya gedung yang tinggi, saya tidak gemetar saat berada di lantai 51

Liburan kali ini sungguh berkesan. Selain bahagia bisa berkumpul dengan keluarga, saya juga merasakan pengalaman baru di tempat yang super tinggi.

Foto bersama keluarga di depan Twin Tower

You know what? Terkadang, ketakutan akan suatu hal membuat kita keder duluan. Padahal jika sudah dijalani, ternyata tidak se-seram bayangan kita lho.

Saya rasa sesekali kita perlu menantang diri sendiri. Iya gak sih.
Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik? 😊


Lomba Blog Jendela360

Komentar

  1. wih.. ada app baru... harga bersaing gak nih. mayan referensi buat tar trip november awal ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal pilih aja mbak. Infonya detil banget

      Hapus
  2. Keren bangeeet mbak apartmentnyaaa.. asyiik ya bisa kumpul keluarga besar. Huhu. Mupeng. Tulisannya juga apiiik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbaak. Deg-deg an tapi seneng.

      Hapus
  3. Belum pernah nyoba ke apartemen. Hehe. Alhamdulillah banget sekarang makin banyak aplikasi yg memudahkan kita. Bisa kepo2 dulu sebelum milih salah satuu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ow. Apa takut tinggi juga kayak aku mba?

      Hapus
  4. Eh beneran kok aku baru tau ada aplikasi jendela360 ini ya? Keren banget ini mah kalo foto2nya bisa dilihat secara 360. Lebih detail & lebih mantep milih pastinya ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya emang aplikasi baru mbak. Tapi detil banget app jendela 360 ini.

      Hapus
  5. Wah keren ya apartemennya. Bikin pingin ke sana

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Apanya yang good pak? Hehe. Matur nuwun sudah mampir

      Hapus
  7. Bagus sekali apartemennya... Alangkah bahagianya bisa jalan2 sama orang2 tercinta.. kapan ya aku bisa kesitu? He he...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Bagus banget apartemennya. Ini mba/mas siapa ya? 😁

      Hapus
  8. kumplit uraiannya mba...sangat informatif.. dan foto2nya juga bikin mupeng untuk ke Kuala Lumpur..haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... mission complete dong.

      Hapus
  9. Sekarang banyak orang yg lebih suka sewa apartemen saat liburan krn fasilitas lengkap. Keamanan juga lbh terjamin ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Terutama yg punya bayi. Merdeka klo di apartemen.

      Hapus
  10. Keren ni aplikasinya khusus apartemen jadi ngga nyampur dengan rumah biasa, ngga lieur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Ini khusus apartemen.

      Hapus

Posting Komentar